TANJUNG, TABALONG – Dalam upaya merespons tantangan era digital dan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) berskala provinsi pada Kamis (16/4/2026).
Mengusung tema strategis "Pengembangan Muatan Ekoteologi Dalam Materi Pembelajaran dan Digitalisasi Tata Kelola di Madrasah", kegiatan ini dipusatkan di Gedung Pendopo Bersinar, Kabupaten Tabalong. Acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Kalimantan Selatan, serta didampingi oleh seluruh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan Bimtek ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Bapak Dr. H. Muhammad Thambrin, M.M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KKMI Kalsel yang selelu inovasi dan keratif khusunya, dan mengangkat isu ekoteologi dan digitalisasi sebagai rumusan perbaikan mutu madrasah, dan Madrasah Mendapatkan Aprisiasi yang luar biasa di lembanga diluar kemeneng,
Dr. H. Muhammad Thambrin menekankan bahwa madrasah harus menjadi pelopor dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian alam.
"Pengembangan muatan Ekoteologi ini adalah langkah yang sangat Baik Sekali dan kreatif. Siswa madrasah ibtidaiyah harus diajarkan bagaimana agama Islam memandang pentingnya menjaga kelestarian bumi dan lingkungan sekitarnya. dengan salah satu penanaman Pohon, Bunga, disetiap Madrasah dan Kelas yang Nilai-nilai ini harus terintegrasi dengan baik dalam setiap materi pembelajaran di kelas," papar Kakanwil.
Komitmen KKMI Kabupaten Banjar
Turut hadir menyemarakkan dan menyerap ilmu dalam kegiatan ini adalah kontingen dari Kabupaten Banjar. Sebanyak 20 Kepala MIN se-Kabupaten Banjar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Banjar hadir secara penuh mengikuti seluruh rangkaian Bimtek.
Ketua KKMI Kabupaten Banjar, Bapak Junaidi, S.Pd., yang memimpin langsung rombongan tersebut, merespons positif gagasan utama yang diusung dalam Bimtek K3MI Kalsel tahun ini. Menurutnya, dua isu pokok—Ekoteologi dan digitalisasi—sangat relevan dengan tantangan dan kebutuhan pendidikan madrasah saat ini.
"Fokus utama kami setelah mengikuti kegiatan ini adalah bagaimana madrasah-madrasah di Kabupaten Banjar dapat merumuskan langkah konkret untuk mengimplementasikan muatan ekoteologi tersebut ke dalam materi pembelajaran sehari-hari. Begitu pula dengan percepatan digitalisasi, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun dalam hal tata kelola administrasi madrasah di Kabupaten Banjar," ujar Junaidi, S.Pd. di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Junaidi berharap wawasan dan inovasi yang diperoleh dari kegiatan di Tabalong ini dapat segera disosialisasikan dan diaplikasikan secara nyata. Melalui kolaborasi antara pemahaman teologi lingkungan dan pemanfaatan teknologi digital, diharapkan madrasah di Kabupaten Banjar mampu melahirkan lulusan yang melek teknologi, cerdas secara spiritual, dan peduli terhadap kelestarian buminya.
Bimtek yang mempertemukan para pemangku kebijakan madrasah tingkat dasar se-Kalimantan Selatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan mutu pendidikan madrasah yang lebih modern, efisien, dan berwawasan lingkungan di wilayah banua.


